Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Lampoh Inovasi
Artikel

Implementasi cool shelter dengan cat reflektif surya pasca bencana hidrometeorologi di Aceh

Muhammad Dastur
Yayasan Lampoh Inovasi Nusantara, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Beta Paramita
Pusat Unggulan Universitas, Material dan Energi Bangunan Rendah Emisi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Muhammad Iqbal
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia
Atthaillah Atthaillah
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Published 2026-01-15

Keywords

  • Bencana hidrometeorologi,
  • Cool shelter,
  • Cat reflektif surya,
  • Hunian sementara

Abstract

Bencana hidrometeorologi masif yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan infrastruktur pemukiman yang luas, dengan 44.353 unit rumah dikategorikan rusak berat atau hilang. Kondisi ini memaksa ratusan ribu jiwa menghuni posko pengungsian darurat yang seringkali mengabaikan aspek kenyamanan termal dan kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyediakan solusi hunian sementara yang manusiawi melalui pembangunan cool shelter di lima titik lokasi kritis di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah rapid response-build dengan mengintegrasikan struktur baja ringan sistem panggung setinggi 60 cm dan aplikasi teknologi selubung bangunan menggunakan cat reflektif surya (pada atap dan dinding seng spandek). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lima unit shelter berkapasitas total 20-25 kepala keluarga berhasil diselesaikan dalam waktu 28 hari. Implementasi teknologi cool roof dan cool wall terbukti mampu menciptakan lingkungan interior yang lebih sejuk secara pasif, sekaligus melindungi warga dari kelembapan tanah pascabanjir. Program ini membuktikan bahwa sinergi multisektoral dapat menghasilkan prototipe hunian darurat yang sehat, efisien energi, dan layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.

References

  1. IPCC, Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press, 2021. doi: 10.1017/9781009157896.
  2. M. A. Marfai et al., "Regional climate change and its impacts on flood hazards in Indonesia," Natural Hazards, vol. 75, hlm. 2307–2327, 2015. doi: 10.1007/s11069-014-1410-6.
  3. P. J. Ward et al., "Flood risk assessment at the global scale," Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 13, hlm. 1851–1866, 2013. doi: 10.5194/nhess-13-1851-2013.
  4. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), "Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun 2025," 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/
  5. H. Feriadi dan N. H. Wong, "Thermal comfort for naturally ventilated houses in Indonesia," Energy and Buildings, vol. 36, no. 7, hlm. 614–626, 2004. doi: 10.1016/j.enbuild.2004.01.011.
  6. Atthaillah, M. Iqbal, A. Mardhiah, B. Paramita, M. Dastur, dan N. Akhyar, "Implementasi Pembangunan Rumah Reflektif Surya sebagai Hunian Berkelanjutan di Aceh," Jurnal Malikussaleh Mengabdi, vol. 4, no. 2, hlm. 554-564, Okt. 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://ojs.unimal.ac.id/jmm. doi: 10.29103/jmm.v4n2.24985.
  7. Sphere Association, The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response. Jenewa, Swiss: Sphere Association, 2018. [Daring]. Tersedia pada: https://spherestandards.org/handbook/
  8. K. Alderman, L. R. Turner, dan S. Tong, "Floods and human health: A systematic review," Environment International, vol. 47, hlm. 37–47, 2012. doi: 10.1016/j.envint.2012.06.003.
  9. R. S. Kovats dan S. Hajat, "Heat stress and public health: A critical review," Annual Review of Public Health, vol. 29, hlm. 41–55, 2008. doi: 10.1146/annurev.publhealth.29.020907.090843.
  10. C. Johnson, "Strategic planning for post-disaster temporary housing," Disasters, vol. 31, no. 4, hlm. 435–458, 2007. doi: 10.1111/j.1467-7717.2007.01018.x.
  11. E. Prianto dan P. Depecker, "Optimization of architectural design elements in tropical humid region," Energy and Buildings, vol. 35, no. 3, hlm. 273–280, 2003. doi: 10.1016/S0378-7788(02)00080-6.
  12. G. Lizarralde et al., Rebuilding after disasters: From emergency to sustainability. New York, NY, AS: Routledge, 2010.
  13. A. Synnefa, M. Santamouris, dan H. Akbari, "Estimating the effect of using cool coatings on energy loads and thermal comfort," Solar Energy, vol. 81, no. 4, hlm. 488–497, 2007. doi: 10.1016/j.solener.2006.08.004.
  14. M. Santamouris, "Cooling the cities – A review of reflective and green roof mitigation technologies," Solar Energy, vol. 103, hlm. 682–703, 2014. doi: 10.1016/j.solener.2012.07.003.