1. Pendahuluan
Literasi Al-Qur’an merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap muslim. Sayangnya, masih banyak anak-anak di pedesaan yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar dan tartil. Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan di SMPN 1 Trangkil pada Oktober 2025, dari 25 siswa kelas VII dan VIII yang menjadi sasaran, sebanyak 58% masih belum lancar membaca Al-Qur’an (belum tuntas Iqro’ jilid 6), 22% baru mencapai tingkat Iqro’, dan hanya 20% yang sudah lancar membaca Al-Qur’an namun belum menguasai tajwid dasar. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jam pelajaran PAI di sekolah serta minimnya pembelajaran Al-Qur’an di luar sekolah bagi anak-anak desa.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jarak Jauh menjadi salah satu wadah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengamalkan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini relevan dengan bidang Pendidikan Agama Islam karena berfokus pada peningkatan kompetensi keagamaan siswa sebagai generasi penerus umat.
Tujuan utama program ini adalah: [1] Meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak Desa Ketanen dengan baik dan benar; [2] Membekali siswa dengan ilmu tajwid dasar serta adab membaca Al-Qur’an; dan [3] Membiasakan shalat jamaah dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode
2.1. Lokasi dan Mitra
Kegiatan dilaksanakan di Musholla Nurul Iman dan lingkungan SMPN 1 Trangkil, Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bekerja sama dengan guru PAI dan kepala sekolah sebagai mitra utama.
Gambar 1. Tampak depan musholla dan lingkungan sekitar musholla
2.2. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dan dakwah bil hal dengan langkah-langkah: Observasi dan asesmen awal kemampuan baca tulis Qur’an siswa; Sosialisasi program kepada siswa, guru, dan orang tua; Pembentukan kelompok belajar Iqro’ dan Al-Qur’an; serta bimbingan intensif (2–3 kali seminggu). Bimbingan tersebut meliputi membaca huruf hijaiyah dan Iqro’ bagi pemula, pelatihan tajwid dasar (makharijul huruf, sifat huruf, ahkamul tajwid sederhana), pembinaan adab membaca Al-Qur’an, muroja’ah Bersama, pembiasaan shalat jamaah Zhuhur berjamaah di sekolah, serta evaluasi akhir dan refleksi bersama.
2.3. Media dan Platform
Pelaksanaan program memanfaatkan berbagai media dan platform sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Secara luring, kegiatan dilakukan melalui pertemuan tatap muka yang diselenggarakan di aula sekolah dan masjid sekolah, sehingga peserta dapat memperoleh pendampingan langsung dalam suasana yang kondusif dan terstruktur. Untuk memperkuat komunikasi dan mempermudah koordinasi, digunakan pula media daring berupa grup WhatsApp yang berfungsi sebagai wadah penyampaian informasi dan pengingat jadwal kegiatan. Selain itu, sejumlah media bantu turut digunakan untuk mendukung efektivitas proses pembelajaran, seperti Buku Iqro’, Al-Qur’an, modul tajwid sederhana yang disusun menggunakan Canva, serta papan tulis sebagai alat penjelasan materi. Kombinasi penggunaan media luring dan daring ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh seluruh peserta.
2.4. Jumlah Peserta
Jumlah peserta dalam program ini terdiri atas 25 siswa yang berasal dari kelas VII hingga VIII, dengan komposisi 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Kehadiran siswa dari dua jenjang kelas ini memberikan dinamika pembelajaran yang beragam sekaligus memungkinkan adanya interaksi dan kolaborasi antarkelas. Selain peserta didik, program ini juga didukung oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berperan sebagai pendamping.. Kolaborasi antara siswa dan pendamping ini menjadi faktor kunci yang memperkuat efektivitas pelaksanaan program literasi Al-Qur’an.
3. Hasil
3.1. Kondisi Awal
Berdasarkan asesmen awal, kemampuan siswa terpetakan sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Asesmen Awal (Oktober 2025)
3.2. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan dirancang berlangsung selama 10 minggu efektif, terhitung dari Oktober hingga Desember 2025, dengan total 28 pertemuan intensif. Selama periode tersebut, peserta didorong untuk mengikuti rangkaian program secara konsisten agar tujuan pembinaan dapat tercapai secara optimal. Adapun kegiatan unggulan yang menjadi fokus utama antara lain pembentukan empat kelompok belajar tetap yang memungkinkan interaksi lebih mendalam dan pendampingan yang lebih personal. Selain itu, setiap hari Sabtu diadakan pelatihan tajwid untuk memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar dan sesuai kaidah. Pada setiap hari Jumat, peserta mengikuti kegiatan muroja’ah massal sebagai upaya menjaga hafalan dan meningkatkan kualitas bacaan. Kegiatan juga diperkuat dengan pelaksanaan shalat Zhuhur berjamaah yang rutin dilakukan guna menanamkan kebiasaan ibadah dan kedisiplinan. Sebagai bagian dari penguatan karakter dan kecintaan terhadap lingkungan, peserta turut mengikuti kegiatan penanaman tanaman toga serta aksi bersih lingkungan dalam rangka memperingati Hari Santri 2025. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, program diharapkan mampu membentuk peserta yang unggul dalam aspek spiritual, sosial, dan lingkungan.
4. Pembahasan
Terdapat peningkatan yang signifikan setelah program dijalankan, sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Perbandingan Kemampuan Baca Al-Qur’an
Selain peningkatan kemampuan baca, 100% peserta menyatakan lebih termotivasi belajar Al-Qur’an dan lebih rajin shalat jamaah. Kelompok belajar yang dibentuk tetap aktif hingga saat ini dibimbing guru PAI.
Tabel 3. Uraian kegiatan pengabdian kepada Masyarakat
5. Kesimpulan
Program KKN Jarak Jauh Literasi Al-Qur’an di Desa Ketanen menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa SMPN 1 Trangkil. Dalam kurun waktu tiga bulan, tingkat kelancaran dan ketartilan membaca Al-Qur’an meningkat dari 0% menjadi 88%, sebuah capaian yang mencerminkan efektivitas metode pendampingan, intensitas program, serta komitmen siswa dan pendamping. Selain peningkatan kompetensi teknis, program ini juga mampu membangun kebiasaan positif, seperti pelaksanaan shalat berjamaah serta budaya muroja’ah yang mulai menjadi rutinitas di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya memberikan dampak akademik, tetapi juga membentuk karakter religius dan kedisiplinan peserta didik. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembinaan literasi Al-Qur’an di tingkat sekolah menengah..
Berdasarkan hasil pelaksanaan program, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan acuan untuk keberlanjutan kegiatan ke depan. Program serupa perlu dilanjutkan dan diperluas penerapannya ke berbagai lembaga pendidikan keagamaan lainnya, seperti madrasah diniyah dan TPA di wilayah Desa Ketanen, agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan terus melanjutkan pendampingan terhadap kelompok belajar yang telah terbentuk sehingga perkembangan kemampuan siswa tetap terjaga dan dapat berlanjut secara konsisten. Pihak sekolah juga disarankan menyediakan alokasi waktu khusus di luar jam pelajaran formal sebagai ruang bagi siswa untuk memperoleh pembelajaran Al-Qur’an yang lebih intensif dan terstruktur. Di sisi lain, LP2M UIN Siber Syekh Nurjati diharapkan terus memfasilitasi pelaksanaan KKN tematik literasi Al-Qur’an secara berkala di daerah pedesaan sebagai bentuk dukungan nyata perguruan tinggi terhadap peningkatan literasi keagamaan masyarakat. Dengan sinergi seluruh pihak, program ini berpotensi menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak positif jangka panjang.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih disampaikan kepada LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan kesempatan dan dukungan penuh sehingga program KKN Jarak Jauh Literasi Al-Qur’an dapat terlaksana dengan baik. Penghargaan yang setinggi-tingginya juga ditujukan kepada Bapak Jefik Zulfikar Hafizd, M.H., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, yang senantiasa memberikan arahan, bimbingan, serta motivasi selama proses pelaksanaan kegiatan. Ucapan terima kasih turut ditujukan kepada Kepala SMPN 1 Trangkil beserta guru Pendidikan Agama Islam yang telah membuka ruang kolaborasi dan memberikan fasilitas yang diperlukan. Tidak lupa, apresiasi yang mendalam diberikan kepada seluruh siswa dan warga Desa Ketanen atas partisipasi aktif, kerja sama, dan antusiasme yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Semua bentuk dukungan tersebut menjadi fondasi kuat bagi terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat yang bermakna dan berkelanjutan.
Pernyataan Penggunaan AI
Penulis menyatakan bahwa tidak ada kecerdasan buatan (AI) generatif yang digunakan dalam penulisan naskah ini. Naskah ini disusun berdasarkan hasil pengabdian lapangan yang dilakukan secara langsung oleh penulis. AI hanya digunakan sebatas bantuan penyuntingan bahasa.
Pernyataan Konflik Kepentingan
Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan terkait publikasi naskah ini. Seluruh kegiatan didanai dan dilaksanakan sebagai bagian dari tugas akademik dan pengabdian masyarakat.
Daftar Pustaka
[1] M. Huda et al., Model Pendidikan Al-Qur'an di Pedesaan Indonesia. Jakarta, Indonesia: Kemenag Press, 2020.
[2] A. Rahman, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat. Bandung, Indonesia: UIN Sunan Gunung Djati, 2019.
[3] B. Santoso, Adaptasi KKN Jarak Jauh Pasca-Pandemi. Cirebon, Indonesia: UIN Siber Syekh Nurjati, 2022.